Setangkai Bunga Kenangan

http://otnairahiwa.blogspotcom


Pertemuan kita harusnya menjadi sebuah penyatuan, Dua hati dua jiwa  dua kepala yang sebelumnya awam hingga saling mengenal, saling sapa, hingga akhirnya sering bersama. Bukan saling melupakan satu sama lain. mengenang atau dikenang adalah dua pilihan sulit cukup untuk membuat perut melilit. Seorang yang Mengenang biasanya berarti ditinggalkan, dan dikenang berarti meninggalkan.

Dengan mengenang kita tersadar bahwa kita pernah ditinggalkan oleh sebuah tokoh lakon dimasa silam. Mengenang bukan berarti masih ada peran yang dilakonkan, melainkan sebuah bentuk penghargaan akan kisah silam yang begitu menawan maupun kisah usang yang begitu memilukan. Tanpa itu saat ini mungkin tak akan terjadi seperti ini. Tokoh itu tak akan benar-benar pergi selama hati dan otak masih berfungsi. Jangan salahkan jika dia datang menampakkan diri. Sambut saja dengan suka cita, meski luka lama kembali menganga. Dan Yakinlah, mengenang bukan berarti sebuah dosa, meski ada sedikit banyak rasa.

Hanya untuk sekali mengenang diperlukan proses yang cukup lama. Berawal dari keadaan saat ini dimana ada sebuah gerakan ataupun benda di sekitar yang memaksa membuka pintu ingatan masa lalu. Mirip seperti de javu. Analoginya, seperti halnya sebuah pertemuan akan dimulai dari mata turun ke hati lalu menuju ke otak dan menjadi angan. Begitu pula sebuah kenangan akan muncul.

Mata akan melihat sesuatu yang pernah dilihatnya di masa lalu dan Dikumpulkan di sebuah tempat rahasia yang entah apa namanya. Turun ke bawah melalui syaraf menuju ke hati. Dihati inilah perasaan perasaan silam baik duka maupun suka akan terasa yang kemudian memaksa kita untuk mengingat kisah haru masa lalu.

Kita harusnya berterima kasih kepada masa lalu. Karena manisnya kita sangat menghargainya dengan memberinya setangkai bunga kenangan. Jika pahitpun membuat kita sadar untuk lebih baik dan tidak mengulanginya. Seseorang yang kita cintai bisa berubah menjadi seseorang yang kita benci. Dan seseorang yang kita benci bisa berarti menyemangati. Bersemangat untuk lebih baik hingga akhirnya membawa kita sampai di titik ini.

Jadi beruntunglah kalian sebagai seseorang yang sedang mengenang. Karena masa lalumu membawamu sebaik saat ini. Berbanggalah kalian, Dengan mengenang kau punya kisah hebat yang akan terus mendampingimu dengan hangat. Setidaknya dia akan selalu mengingatkanmu untuk selalu berbenah dan selalu menuntunmu hingga kau menjadi hebat.

Jangan salahkan seorang yang sedang mengenang, Mungkin dia sedang berkaca pada masa lalunya demi menyambut masa depannya.

Hidung Mungil

http://otnairahiwa.blogspot.com


Tubuh ini butuh sebuah dorongan, Meski pada akhirnya jatuh ke dasar jurang. Sebagai pengingat diri, saatnya kaki kembali berdiri, bangkit dari bayangan diri sendiri. Harusnya tubuh ini tak lagi disini, selalu saja berkuitik dengan janji, yang entah kapan akan tertepati.

Hujan begitu lebat. Mengingatkanku pada kisah tak tersurat. 9 tahun, waktu yang tak bisa di sebut sebentar untuk sebuah bunga yang tak kunjung mekar. Kala itu kau masih begitu lugu dengan putih birumu. Juga dengan sepeda biru kesayanganmu. Dan aku? Sama sepertimu, lugu juga unyu.

Kalau ditanya siapa pemujamu yang pertama, mungkin akulah orangnya. Sejak awal kita berjumpa ada sesuatu yang tidak biasa. Membuat diriku sering tenggelam dalam rasa. Kadang semua suara terhenti sekejap membisu dalam riuh, hanya gerakmu. Berirama gerak melambat tak bersuara. Hening, begitu para biksu sering bergeming.

Masih kuingat jelas parasmu saat itu. Masih dekil dengan rambut sepanjang bahu milikmu. Juga dengan bibir dan hidung mungilmu. Aku adalah lelaki berengsek jika kau ku sebut gadis berhidung pesek. "Mungil" mungkin itu kata yang sangat tepat untuk menggambarkan hidung tanpa membuatmu tersinggung. Dan senyummu yang setiap hari selalu kunanti layaknya sarapan pagi. Hariku belum disebut hari jika senyumanmu belum terjadi. Didinding sering terpapang "utamakan sarapan", bagiku terbaca "utamakan senyuman". Karena senyumanmu adalah menu terlezat sarapan pagiku.

Memandangmu kadang memaksa waktu berubah menjadi kosong, jarum jam terhenti berubah menjadi bengong. Mereka iri dengan keindahanmu, atau mungkin hanya ikut terbawa suasana hatiku. Bagiku engkau adalah gadis terindah dimataku setidaknya untuk beberapa waktu-waktu itu. Namun kini semua tak lagi berlaku. Banyak gadis ayu yang terekam di mataku. Tapi tenanglah, mungkin kini banyak gadis singgah dimataku tapi tidak dengan hatiku. Mataku mungkin bisa tertipu oleh sebuah ayu, tapi hatiku masih tertambat di kamu. Gadis berhidung mungil bersepeda pancal berwarna biru.

Kesalahan terbesarku adalah kau tak sempat tahu isi hatiku. Mungkin kau menyadari, tapi entahlah itu hanya digaanku saja. Atau mungkin kau juga punya rasa yang sama, tanpa ada daya yang bisa menyatukan aku dan kamu menjadi kita, entahlah biarkan saja mengalir begini adanya.

Sepasang Kaki ini sudah lama tegak berdiri, namun tak juga mampu untuk berlari.

Teruntuk Monie,

Masa Depan

http://otnairahiwa.blogspot.com


Pernahkah kamu berfikir akan menjadi apa kita di masa depan?
Masa depan Sesuai angan?
Atau masa depan yang meleset dari harapan?
Entahlah,,,

Saat ini kita bersatu,
Memperbincangkan sesuatu.
bersuka duka karena sesuatu,
dan akan terpisah pula oleh sesuatu.

Lalu kamu akan pergi.
tak kan ada yang sanggup menghindari.
Kau kemasi hatimu.
kau tata diantara kemeja dan parfum beraroma luka
Lantas bergegas tinggalkan lara.

Sudahlah,
tak usah kita bagai ahli nujum,
menerka-nerka masa depanku, masa depanmu, masa depan kita
Biarkan saja sebagaimana alurnya
Seperti air,  begitu adanya mengalir mengikuti lekuk semilir hulu hilir.



Mengenangmu adalah cara terbaik menuntaskan rindu


Ngomongin kenangan memang tak akan ada habisnya. Setiap dari kita pasti mempunyai kenangan. Entah senang, sedih, bahagia, maupun luka. Aku tak tau angin apa yang mengantarku menuliskan ini. Yang jelas ada sesosok dari masa lalu yang datang bertamu mengetuk pintu, Pintu akan sebuah kisah penuh haru biru. "Mas, aku rindu kamu"

Aku tak berani membalas pesan darinya hingga saat ini. Hanya melalui ini ku berani memberi hak jawabku atas pernyataan yang menurutku sedikit canggung dan kaku.

Mengenangmu adalah cara terbaikku menuntaskan rindu
Mungkin saat ini telingamu mulai gatal,
Gatal mendengar panggilan hatiku
Atau mungkin dadamu mulai sesak akan tangisku yang menjelma tangismu 

Aku tak akan menangis malam ini
Bukankah lelaki pantang untuk meneteskan air mata untuk sebuah patah hati?
Bukankah patah hati tidak pula berarti mati?
Aku tak akan menangis malam ini
Sungguh...

Ini bukan air mata milikku
kau harus mempercayainya
Bukankah kau faham betul dengan tangisku?
Tangisku tidak berwarna kelabu tidak pula berwarna biru
Sungguh...

Kau harus mempercayai ini
Ada kabar bahagia di ujung sana
Diantara awan dan senja yang begitu merona
Tapi bukan denganmu
Bukan pula tentangmu

Sudahlah,
Tak usah kau perdalam lukamu
Aku sudah cukup mengerti
Betapa beliau sangat berarti

Hapus air mata dipipimu itu
Aku tak mau melihatnya
Tak sudi pula menghapusnya
Izinkanlah dia menyeka pipimu
Juga meredakan tangismu

Kau harus berjanji satu hal,
jangan lupa tersenyum
Bukankah senyuman adalah simbol kebahagiaan?
Dan aku selalu meyakini,
Kau akan bahagia,
Takkan ada nestapa,
Tak pula duka lara

Ini bukan luka buatku
Mengenangmu adalah cara terbaikku menuntaskan rindu
Jika memang kau begitu rindu
Aku tak berhak melarangmu
Tustaskan saja


Purnama, izinkan aku melupakanmu


Kak, bolehkah aku menepikan segala tentangmu untuk sementara waktu? Bukan selamanya kok, hanya beberapa purnama, tak sampai sewindu. Aku janji, aku akan mengingatmu lagi sebelum kamu berkeluh-kesah pada temaramnya senja. 

Kak, izinkan aku berpura-pura ya? Wanita yang saat ini "bersedia" bersamaku, tampaknya cemburu. "cemberutku karna sayang kamu", ujarnya. Sulit memahami wanita masa kini kak. Atau itu hanya perasaanku saja ya kak? Seingatku, kamu tak serumit itu kak. Aku tak maksud membandingkan antara kamu dan wanitaku kak. Hanya, ingatan tentang kamu adalah kakak dan sekaligus wanita yang sempurna masih lekat di dalam benak. 

Kak, wanita yang saat ini bersamaku acapkali cemburu kepadamu. Meskipun nyatanya kalian berdua tak pernah sekalipun bertemu. Padahal seingatku, tak pernah aku menyebut namamu dengan lantang. Telah kusimpan pula segala kenangan tentang kamu dalam sunyi, kak. Itu kulakukan demi menjaga perasaan wanitaku. Namun entah kenapa ia masih seperti itu. 

Kak, purnama kali ini bukannya perayaan ulang tahun pernikahanmu kan? Aku turut bahagia, kak. Tapi bohong apabila aku tak rindu. Aku kangen kak. Aku kangen kamu. Kamu yang sudah dimiliki. 

Fadhel

Buat kamu yang terlahir di bulan september


Pernahkah kamu bermain tembak-tembakan dengan teman sepermainanmu? Atau mungkin bermain berburu-berburuan? Ada yang jadi pemburu, ada yang jadi hewan buruan. Entah mengapa tiba-tiba terbesit ingatan tentang permainan itu. Dulu aku sering memainkannya sepulang sekolah. Waktu itu bukan senapan mainan yang ku gunakan, hanya sebuah tongkat sepanjang tangan. Maklum saja, bapak tidak punya uang untuk membelikanku senapan mainan. Kalaupun ada, ya senapan bikinan bapak sendiri yang dimirip-miripkan dari kayu, dengan peluru karet gelang.

Walaupun ala kadarnya namun itu justru sangat menyenangkan. Kesana kemari bagai pemburu beneran. Dar der dor jadi lupa makan, kadang lupa buat mengerjakan tugas rumah. Kadang pula rela berbohong pada orang tua pamit belajar kelompok tapi endingnya bermain mainan ini juga. Mengingat semua kenangan masa lalu ingin rasanya kembali merasakan masa itu, dimana beban terberat adalah PR Matematika dan bahasa Inggris, sedangkan menggambar dan olahraga adalah pelajaran terfavorit bagi siapa saja.

Permainan ini juga mengajariku banyak hal, bahwa hidup tak selamanya mudah. Butuh perjuangan untuk meraihnya. Layaknya berburu, kita pasti selalu punya hal yang kita cita-citakan atau kita inginkan dalam bidang apapun, baik itu impian, pekerjaan, bahkan cinta sekalipun butuh perjuangan dan strategi yang tepat agar target buruan kita tercapai, yang membedakan hanya alat buruannya saja.

Aku selalu merasa saat ini kita sedang memainkan permainan itu, berburu dan diburu. Sangat menyenangkan sekali permainan yang selalu kita mainkan. Aku pemburu dan kamu adalah obyek (bukan hewan) buruan.

Tapi Sudahlah, usah perpanjang pembahasan tentang kita. Takut terbawa suasana.

Oh iya, September ini kamu berulang tahun. Beriring dengan menuanya usiamu satu hal yang ingin ku sampaikan, Maaf dan terima kasih karena sudah mengizinkan hatiku berkelana memburu hatimu. Terkadang memang harus ku sadari bahwa tidak selamanya berburu itu membuahkan hasil, kadang tembakan meleset, kadang pula persediaan peluru habis, atau bahkan target buruannya yang tidak mau dibidik. Akan kucoba lain waktu, siapa tahu keberuntungan sedang bertamu.

Mungkin saat ini kamu sedang bertanya-tanya ini ucapan untuk siapa, sudahlah jangan dihiraukan, ini hanya untuk kamu seorang, entah hari ini, esok atau hari lalu. Maaf, aku tidak akan meninggalkan jejak di berandamu. Bukan karena takut ketahuan, namun lebih karena ku ingin kamu menyadari bahwa ini adalah ucapan ulang tahun khusus kuperuntukkan buatmu.

Kadonya, doa suci, semoga kamu dalam lindungan-Nya dan semoga kau selalu merindukanku Hehehe. Kamu juga dapat pesan dari ayahmu yang menjumpai dalam mimpiku, "jaga baik-baik ibu dan adikmu!"

Sudah, Itu saja!

semoga

Hari ini kita bertemu, namun  belum dapat ku menyapamu. Raga kita memang bertatap, namun tidak dengan jiwa kita. Belum dapat ku menjumpai jiwamu, Entah, tertinggal atau memang sengaja kamu sembunyikan.

Apa kamu punya waktu luang? Temani aku melihat pertunjukan.

Baiklah, dimana? Ah maaf aku tak bisa.

Yaudah, tak apa. Mungkin lain kali kamu bisa.

Semoga...


payung teduh

Lensa, Cerita, dan Kenangan

lensa photografi
Dalam sebuah foto, tersimpan berjuta cerita. Cerita yang berujung kenangan. Entah pahit atau manis. Karna itu aku mencoba mengabadikan kenangan. Membingkai sebuah cerita dalam satu "jepretan", dituntut dan menuntut, merekam segala detail yang ada dalam satu bingkai yang utuh. Ekspresi, Lokasi, hingga Interaksi di dalam sebuah foto mesti dijelaskan. Meski terkadang kenangan milikku tak slalu berujung bahagia karena cerita milikku pun tak luput dari derita.

Meski aku hanya berkesempatan melihat dibalik lensa, namun aku berfikir bahwa mereka harus disadarkan. Sadar bahwa kamu sedang bercerita. Sadar bahwa kenangan yang terpatri takkan mudah pergi. Sadar bahwa kenanganmu adalah milikmu. Jika kenangan milikmu membuat orang dekatmu cemburu, katakanlah "aku mengenang ceritaku sendiri,  kamu pun berhak melakukan hal yang sama". Namun perlu engkau tahu setiap kenangan mempunyai hak untuk dikenang. Bukan tak bisa atau tak mau melupakan, aku berusaha mengambil pelajaran dari setiap jejak-jejak yang kutinggalkan di masa lalu. Entah senang, sedih, bahagia, nestapa aku nyaman dengan "skenario" dari Sang penguasa semesta.

Saat ini aku denganmu. Namun esok siapa yang tahu, Kekasih? Saat ini aku membuat kisah denganmu. Menggoreskan tinta demi lakon yang esok hari pasti menjadi sebuah kenangan. Karena kenangan dan ingatan itu menyatu. Meskipun samar, ingatan dan kenangan adalah penggerak tubuh untuk berbuat "sesuatu".

-Fadhel

Sisa-sisa Keriuhan Kemerdekaan

lomba 17 agustus

Apa yang kau rasakan ketika melihat apa yang  mereka lakukan? Senyum tawanya? Ataukah perjuangannya menyelesaikan perlombaan yang hadiahnya hanya beberapa buah buku saja? Ataukah kau justru merasa berdebar ketika tak sengaja fikiranmu membuka berlembar-lembar kenangan akan masa lalumu yang usang tebal berdebu? Entahlah, Aku tak ingin menerka-nerka apa jawabmu tentangnya. Karena menerka sama halnya menebak-nebak skor bola, akan muncul kecewa jika kau salah menerkanya. Namun jika kau bertanya padaku tentangnya, aku akan menjawabnya. Aku rindu kawan-kawan kecilku dulu.

Masih terbesit dalam ingatanku, Dulu saat kami masih sibuk dengan pistol-pistolan, main perawat-perawatan, main tentara tentaraan, kami pernah mempunyai angan akan kecil bersama, tumbuh besar bersama, dewasa bersama kemudian akan menua bersama. Layaknya cinta monyet, begitu pula angan-angan kami dulu. Tapi aku tak tau masih ingatkah mereka dengan semua itu.
lomba 17 agustus


Lihatlah mereka, mangga-mangga muda yang siap untuk matang. Menunggu dan sabar menerima polesan-polesan alam akan sebuah kerelaan dan tanggung jawab menjadi sebuah jembatan perantara muda-tua hingga nantinya siap dipetik oleh sang empunya. Melihat semangatnya membuatku iri, dulu kami tak sehebat mereka tak jua setangguh mereka. Bukan karena kami tak mampu, namun karena waktu yang tak mengijinkan kami seperti itu, karena waktu akan selamanya menuntunmu untuk selalu ke depan tanpa memandang kesiapan kita untuk bergegas melangkah di garis depan.
lomba 17 agustus

Aku membayangkan mereka akan menua bersama dan masih tetap utuh sedemikian adanya. Dan aku akan menjadi saksi setiap langkah perjalanan mereka. Ada yang jadi guru, adapula yang jadi seorang perawat, adapula yang jadi petani kaya raya, ada pula pengusaha, dan mereka akan tetap bersama, ahh semoga saja. Menjadi bagian dari mereka adalah sebuah perjalanan yang begitu menyenangkan. Kadang ada amarah kadang pula ada rindu. Bersama mereka ku belajar bagaimana menjadi orang yang dituakan (walau hanya karena usia) dan bagaimana menjadi seorang kawan yang baik bagi mereka. 
lomba 17 agustus

Kau mungkin mengira bahwa aku adalah orang yang mudah terbawa suasana, tidak salah. Ku tulis ini saat malam mulai gelap. Duduk di beranda rumah sambil menikmati kopi yang sengaja kuseduh tanpa gula. Bukan karena takut diabetes atau semacamnya namun lebih karena ku coba belajar membiasakan diri untuk berpait-pait ria. Karena tak selamanya manis itu nikmat, seperti halnya kopi ini. Dan kotak kenanganku kembali terbuka ketika tanpa sengaja jariku menyentuh album di layar handphoneku dan menemukan deretan foto kemerdekaan yang lalu.

Setidaknya terima kasih untuk beberapa tahun ini, karena kalian ku dapat merasakan bagaimana indahnya kebersamaan, walau terkadang menjengkelkan.


-baja04-

Takut

http://otnairahiwa.blogspot.com

Aku takut memandang wajahmu

kata orang, cinta pandangan pertama

dan aku orang yang mudah menitipkan rasa

meskipun tak selalu berbalas, aku menikmatinya

Aku takut melihat mata sayu milikmu

bukan sebuah kebetulan jika ada peribahasa “dari mata turun ke hati”

bukankah mata adalah pembunuh paling sempurna?

mata jua yang memaksa hati untuk menitipkan asa dan harapan pada insan yang lain

saat semua hanya ilusi semu, maka lara hanya hati yang menanggungnya

“sayatan yang sempurna dan rasa sakit yang paripurna” gumam hati dalam sesaknya nestapa

Aku takut kamu tersenyum padaku

karna satu senyum berbilang makna, beratus kata yang dirangkum,

beribu makna terselubung,  bahkan sejuta dendam tersembunyi di gelapnya sanubari

Aku takut kenal kamu

dengan mengenalmu akan membuatku bertindak jauh

terkesan kebablasan, bahkan sedikit urakan

pin BB, nomor hape, hingga ukuran sepatu

Aku takut untuk “biasa” denganmu
cinta selalu dimulai dari cita yang biasa,

angan yang biasa hadir dalam mimpi,

hingga pertemuan biasa yang tak sengaja

bukan pertemuan yang aku sesalkan,

namun rasa tak biasa di saat tatap muka

rasa tak biasa dan melanglang buana menembus mega dan menelusup ke dalamnya pembuluh vena dan aorta

itu menyiksa, Kekasih 

Aku takut kamu kagum dengan kebaikanku, kemurahan hatiku

karena suatu hari nanti, kamu akan marah dengan sikapku yang tak bisa berkata tidak kepada semuanya

Aku takut kita pacaran

nanti kan berujung pertanyaan kapan lamaran

bukannya aku tak ingin memberi kepastian, Kekasih

pengetahuanku berbatas bahwa kepastian adalah Tuhan

dalam Tuhan kepastian hadir, dalam kepastian Tuhan ada

jelas bukan, Kekasih? aku mampu bersamamu hari ini

namun entah esok, lusa dan seterusnya

aku fana, tak berdaya dan tua

Aku takut kita berteman

teman selalu berujung dekat

dekat berakibat melekat

hingga tiada sekat

lalu akan tiba masanya kita saling menghindar

demi menjaga sebuah ikatan yang dinamai “sahabat”

Aku takut menikahimu

titah guruku, menikah itu nasib, mencintai itu takdir, kau bisa rencanakan menikah dengan siapa, namun tak bisa rencanakan cintamu untuk siapa

aku berencana menikahimu, namun jika saat cinta hadir dan ternyata bukan untukkmu, bajingan kah diriku,  Kekasih?

lalu kamu menggila, berteriak “bukankah kamu berjanji di hadapan orang tuaku? dihadapan Tuhan? bahwa kita akan bersama?”

“kamu menikahiku karna kamu cinta padaku, to? aku milikmu, kamu milikku?”

ini membuatku khawatir, Kekasih

kita akan saling “mendasarkan” segala hal pada “cinta”

aku cinta padamu, maka aku menikah denganmu

jika aku lupa tanggal ulang tahunmu, maka aku tak cinta (lagi) padamu

uang yang kubawa tak cukup untuk beli gincu, aku tak cinta padamu

si sulung menangis minta layangan online, aku tak cinta padamu

bertemu kawan lawas, sedikit lebih lama untuk melepas rindu, itu juga artinya tak cinta padamu

Aku takut untuk hidup bersamamu, satu atap, satu tempat yang sama

kamu akan mulai rewel tentang cucian kotor, hujan yang tak berhenti dan parfum baru yang kubeli

Aku takut menua bersamamu

akan tiba saat kita sama-sama cerewet soal waktu

waktu yang cepat berlalu

tentang waktu yang tak memberi kesempatan

kita jadi insan yang tak berterimakasih
bukankah waktu jua yang buat kita beremu, sayang?

Namun...

Aku takkan pernah takut untuk bercerita

mendaras puisi, melenggokkan kanvas, hingga memuntahkan monolog

yang tentu saja tentang kamu, Kekasih

Cerita tentang kamu yang tak pernah membuatku takut

perkara kamu milikku atau tidak

bersamaku atau bersama insan lain
tak jadi soal

Sudah kubilang, cerita tentangmu tak pernah menakutiku.

*Sajak sederhana milik kawan lama, barang kali berkenan berjumpa melalui akun pribadinya, Fahmi Muhammad Fadhel

Nyawaku Ada Padamu

Aku ingin bercerita, sebentar saja.

Pagi ini telepon berdering nyaring dan aku pun terbangun aring. Berharap itu dari kamu, tapi bukan. Seorang lelaki yang menelepon meminta agar ku mau menjadi hakim,  sebuah perkara berat, katanya. Aneh, begitu kata yang terlintas dibenakku. Aku seorang hakim? Dan yang lebih aneh lagi, aku menyanggupinya.

Ada orang mengetuk pintu, aku kira itu kamu, tapi bukan. Seorang kurir mengantar paket. Aku masih berharap itu paket dari kamu, tapi bukan juga. Tertera nama pengirim Soekotjo Tjokrowardono. Penasaran, aku sama sekali tak mengenal sederet nama itu. "NYAWAKU ADA PADAMU" begitu kalimat pertama yang tertulis pada kertas yang ada di dalam.
http://otnairahiwa.blogspot.com
Instagram


NYAWAKU ADA PADAMU Mas,

Salam hormat, mungkin saya lancang telah berani mengirim surat ini pada mas. Tapi saya tak ada pilihan lain. Hanya mas yang bisa menolong saya. Beneran mas,hanya mas yang bisa menyelamatkan nyawa saya dan keluarga. Kasihanilah kami mas, kasihanilah anak kami, yang besok baru saja akan berulang bulan ke-10. Suami saya sudah pergi entah kemana. Masak mas ndak kasihan sama janda muda seperti saya? Jadi, saya harap mas mau membantu saya menyelesaikan masalah saya.

Sebelumnya saya mohon maaf karena tidak berani menjumpai mas secara langsung, hanya melalui telepon, itu saja bukan saya yang bicara, tapi paman saya. Hanya lewat surat ini saya berani bicara dengan mas. Saya orangnya pemalu mas ndak biasa berhadapan dengan orang seperti mas. Lagian ndak enak kalo dilihat tetangga, janda kayak saya bertemu dengan mas, maklum saja, wong cilik. Sangat berbeda dengan mas yang sudah terbiasa dengan orang-orang besar. Dari pejabat erte sampai provinsi.

pliss mas, bantu saya. Pokoknya saya ndak mau tau, aku padamu mas. Beneran hanya kamu yang bisa bantu saya mas. Pokoknya kamu mas beneran kamu.

Saya akan sangat berterima kasih jika mas membantu saya. Apapun yang mas minta akan saya turutin asalkan masalah saya ini selesai. Masalah perlengkapan dan biaya tenang saja mas, walaupun sedikit tetap ada, jadi ndak usah bingung. Pokoknya saya minta tolong sama mas.

Oh ya mas, maaf kalau paketan ini bukan tertulis nama saya. Itu nama paman saya yang tinggal di luar kota. Saya takut mas ndak mau nerima kalau paketan ini tertera nama saya, seperti yang sudah-sudah.

Nyawaku ada padamu mas. Pokoknya semua kuserahkan padamu. Sebagai penunjang kinerja mas agar maksimal sengaja kubelikan senjata baru mas. Jangan dilihat mahal murahnya, tapi lihatlah niat tulusku memberikan itu mas.

Pokonya nyawaku ada padamu mas. Kamu harus datang sebelum pukul tujuh pagi mas. Kalau tidak berarti kau membunuhku, juga membunuh anakku. Apa kamu tega mas sama aku?

Sekian mas, pokoknya aku tunggu hari sabtu sebelum pukul tujuh.

Salam manis dari saya, sekretaris lomba tarik tambang.
Oh ya mas, sempritan baru pemberianku jangan lupa dipakek ya!

"mas anakku menunggumu,"
-jupe, janda anak satu-




Hujan dan Ketidakpastian

http://otnairahiwa.blogspot.com
Semoga kamu memikirkanku malam ini. 
Ku tulis saat hujan tengah deras-derasnya turun, basahi hati yang tak jua isi.

Ku berharap kau tak membaca ini, meski itu adalah hal yang mustahil. Aku tau kau diam-diam sering singgah ke sini meski hanya sekedar mengintip dari celah jendela. bahkan sering singgah di beranda depan saja. Iya, hanya diberanda depan saja, tak lebih. Sepertinya ada suatu hal yang membuat kau enggan masuk ke dalam, dan hingga kini tak jua kutemukan sebabnya. 

Malam ini terlalu berisik. Kepalaku penuh dengan suara hujan dan suaramu. Sepertinya rindu sedang bertamu. Aku memang pelupa, namun jika tentangmu aku pengingat sempurna. Jangankan suaramu, senyum kecilmupun dengan sangat mudah ku kenali walau harus terpejam sekalipun. Bagaimana aku bisa lupa dengan senyum dan suara yang membuatku lupa segala. Lupa akan kesendirianku, lupa akan kekuranganku, lupa jika aku sedang jatuh cinta padamu.

Terkadang aku sering melamunkan kita yang tak kunjung bersama. Aku yang selalu menunggu kepastian dengan penuh harap dan kecemasan. Berbicara kepastian kadang pula terlintas dalam benak, mengapa aku sampai di sini dan sampai kapan? Stagna ditempat tak jua ada perubahan. Menunggu dan selalu  saja hanya menunggu.

Ya, kepastian adalah sesuatu yang dinanti oleh banyak orang bodoh yang mau menunggu. Sedangkan ketidakpastian juga berarti sebuah kepastian jua, kepastian bahwa kita harus mulai pergi dan melupakan sebuah harapan yang begitu menawan. Lantas bagaimana dengan ku? Aku diantara keduanya, menanti kepastian darimu yang tak jua kunjung datang.

Mungkin sesegera mengahiri harapan adalah jalan terbaik sebelum harapan-harapan ini lebih mengakar dalam perasaan bersalah. Bersalah karena harus mempercayai harapan yang selama ini ku anggap sebuah kebenaran, dan bersalah karena harus menipu diri sendiri. Ada banyak hal yang seolah dapat kugenggam ternyata fatamorgana, dari jauh jelas terlihat, semakin dekat semakin sirna. Seperti halnya kamu, Dari jauh terlihat semakin dekat menghilang.

Percayalah, luka sebuah penolakan lebih kering dari luka ketidakpastian. Dan aku akan tersenyum lega jika kau mau memastikannya, walau itu sebuah penolakan. Kau tak pernah tau isi hati seseorang yang mencintaimu, sebelum kau benar-benar ada di dalamnya.

Semoga kau terlelap berselimut hujan dan tak sempat membacanya...

Makna Kehidupan Dari Lima Jari Tangan

Tuhan menciptakan sesuatu pasti mempunyai maksud dan makna tertentu. Begitu halnya kelima jari tangan kita. Namun kita terkadang sebagai manusia belum paham akan keistimewaan-keistimewaan ciptaanNya itu. Kali ini saya sengaja membahas tentang makna kehidupan dari lima jari tangan yang saya dapatkan dari seorang guru. Saya sebut guru bukan karena beliau mengajar di dalam kelas, namun lebih karena dia dapat mengajarkan suatu ilmu walaupun hanya punya seorang murid, yaitu saya. Hehehehe...

Sore begitu hangat saat kami mulai berbincang tentang kehidupan. Awalnya sih topik pembicaraan kemana-mana. Mulai dari ngomongin ayam, bola, sampai ngomongin kamu, eh jangan ge er lo ya! Tenang aja ngomonginnya yang baik-baik kok, kan saya orangnya baik!hehehhehehe. Entah angin apa yang membuat pembicaraan akhirnya menuju pada topik yang menurut saya sangat menarik, ngomongin hidup.

Semua yang hidup pasti akan mengalami sebuah perhentian yang banyak orang sebut dengan mati. Memang seperti itulah tuhan menggariskan. Pada hakikatnya hidup kita sebagai manusia melalui tiga fase. Itu kata ustadz SD saya waktu saya dulu masih sering ngaji, hehehehehehe...

Pertama, kita hidup di alam ruh. Wah jadi horor gini ya, hehehe ndak masalah namanya juga belajar. Di alam ini kata guru ngaji saya adalah tempat kita mengadakan perjanjian dengan Allah SWT. Yang kata ustadz saya juga, intinya bahwa kita di alam ini telah berjanji akan bersujud kepadaNya. Adapun isi dari perjanjiannya dan siapa saja saksinya dan naskah perjanjiannya itu seperti apa dapat dipastikan bahwa kita sebagai manusia tidak akan ingat, karena fitrah kita sebagai manusia adalah pelupa. Dan kemudian kita semua baru terlahir ke bumi, begitupun aku dan kamu. Iya, kamuu!

Kedua, kita berada pada alam dunia. Ya di alam inilah topik pembahasan kita tentang kehidupan akan kita pelajari bersama. Sedangkan yang ketiga adalah alam arwah dimana kita akan bertempat di surga atau neraka. Semoga kita semua khususnya yang sering membaca tulisan saya maksuk surga, amiinn!hehehehe.

Langsung saja kita fokus pada topik kita tentang Makna kehidupan dari lima jari tangan yang muncul dari obrolan ringan saya dengan seorang yang saya sebut guru. Kamu jangan cemburu lo ya, bukan cewek kok!hehehehe...

http://otnairahiwa.blogspot.com
Kamu mau gak jarinya diginiin? Iya kamu :)

Untuk mencapai sebuah kehidupan yang benar-benar hidup ada lima tahapan sesuai dengan jumlah jari kita. Yaiyalah kan judulnya makna kehidupan dari lima jari tangan!hehehe...

Tahap satu, makna kehidupan dari jari kelingking

Ini adalah tahapan pertama, mungkin salah satu alasannya karena dia kecil. Jari kelingking adalah simbol awal kita hidup. Ndak mungkinkan kita lahir langsung segedhe pohon, ya kan? Di tahap ini kita masih banyak belajar. Masih banyak kesalahan-kesalahan yang kita perbuat. Guru saya menganalogikan tahap ini kita masih anak kecil yang nakal-nakalnya. Namanya juga anak kecil, salah adalah hal yang lumrah.

Tahap dua, makna kehidupan dari jari manis

Saya tidak tau asal muasalnya jari ini disebut jari manis, mungkin karena sering dijadikan tempat cincin atau malah karena rasanya manis kayak gula, ahahaha seperti kamu, manis sekali kalau lagi senyum! Di tahap ini kita sudah mulai ngerti dan mulai menjadi baik. Beliau menganalogikan bahwa tahap ini seperti anak yang sudah mulai nurut dengan orang tuanya. Atau istilah inggrisnya wis keno ditoto, sudah bisa ditata sehingga tampak manis. Seperti saya!hehehehehe

Tahap ketiga, makna kehidupan dari jari tengah

Jari tengah adalah jari yang jarang digunakan, iya kan? Kalau menurut pengamatan saya begitu, tapi entah kalu anda, hehehehe. Jari ini adalah simbol ketenangan atau bijaksana. Dalam tahap ini kita sudah mulai berwibawa dan bijaksana dalam menyikapi semua hal. Begitupun masalah percintaan. Ciiieeee... suit suittt...

Tahap empat, makna kehidupan dari jari telunjuk

Jari telunjuk biasa digunakan untuk menunjuk sesuatu. Oleh sebab itu dinamakan telunjuk. Eh tapi jari ini juga biasa buat ngupil, heheheheh ah jorok! Makna dari jari ini dapat diartikan kita benar-benar sudah matang. Kita sudah mempunyai banyak pengalaman, dari mulai kita belajar, kemudian mengerti, kemudian kita mampu bijaksana, dan tahap ini  adalah menunjukkan atau mampu memberikan petunjuk bagi orang lain. Beliau menganalogikan tahap ini ibarat kita sedang berpergian, penunjuk arah adalah orang yang mengerti apapun tentang arah yang akan dituju. Jadi tahap ini kita sudah dapat menunjukkan arah mana jalan kebenaran dan mana jalan yang salah. Kita sebagai penuntun orang lain.

Tahap kelima, makna kehidupan dari ibu jari

Ibu jari adalah simbol kesempurnaan. Atau bisa dikatakan hebat. Di tahap ini kita sudah melalui semua tahapan dan bisa dikatakan hidup kita sempurna. Kayak sebuah lagu ya, hehehehe SEMPURNA!


Ya begitulah pembahasan sederhana terkait dengan makna kehidupan dari kelima jari tangan. Mungkin terlalu panjang ya, atau justru terlalu singkat? Mohon dinaklumi namanya juga belajar. Kalau di simbolkan seperti tahapan di atas mungkin saat ini saya di disimbolkan dengan jari kelingking, masih nakal dan perlu banyak belajar!hehehehehehe bagaimana dengan anda????

"mas tulisanmu terlalu berat, sama beratnya dengan bobot (ukuran berat tubuh) mu!!!!!"
- Ricky Ricardo, anak kelas 5 SD

Sederhana

Sumber : twitter

Aku ingin sedikit bercerita

Mungkin kini kau sedang bertanya-tanya apa yang ingin aku ceritakan padamu. atau mungkin kau sedang gusar karena harus membaca tulisanku yang nanar. Tapi kumohon kali ini, simpan dulu semua gusarmu, simpan pula amarahmu. Sungguh aku ingin bercerita padamu, beberapa menit saja ku mohon luangkanlah waktumu buatku.

Angin berhembus, ombak tak henti henti menggulung Mendekat kemudian kembali menjauh. Di sini ku coba lepaskan penatku dari lelah memikirkan hidup, juga lelah memikirkanmu. Terasa sangat nyaman disini. Bercengkrama dengan senja yang mulai meraja, Memerah dan kemudian menggelap. Apa yang kau rasakan saat melihatnya? Remangnya kah? Atau hangatnya? Atau sebuah ingatan akan seseorang di masa lalumu? Senja memang selalu menjadi jembatan antara masa lalu, kini maupun masa depan bagi siapa yang mau menjumpainya. Selalu ada cerita bersamanya, seperti saat ini.

Aku begitu menyukai senja dengan sederhana, sesederhana mencintaimu. Iya kamu! Berapapun ku berpeluh payah mengejarmu selalu hanya ada jawaban sederhana, maaf. Dan kau tak jemu mengatakan hal itu. Begitu sederhana, seperti senja yang merona.

Sengaja kunanti senja yang kemunculannya selalu berbeda dan dapat berubah layaknya cuaca. Kadang muram, kadang terang, kadang pula malu-malu. Seperti halnya kita, hatiku juga hatimu. Aku masih yakin ada ruang hatiku menjumpai hatimu. Ku harap kau kan merubah perasaanmu, Seperti senja itu, masih bisa berubah-ubah, dan aku berharap itu terjadi pada hatimu.

Tak banyak yang ingin ku ceritakan padamu. Hanya kotoran-kotoran sampah kepala yang membusuk memaksa jari menuliskannya. Aku punya harapan kecil bersama senja yang sederhana. Menikmatinya bersama orang yang begitu sederhana, dan juga berbahasa sederhana, bahasa hatiku dan hatimu, itu saja.

Senja dan kamu; adalah dua hal sederhana yang selalu aku buru...











Buat Putri Tercinta

http://otnairahiwa.blogspot.com

Halo nduk, putriku tersayang. Maaf ibuk lama ndak ngirim kabar. Akhir-akhir ini alhamdulillah nduk keripik tempe ibuk rame jadi ndak sempet kasih kamu kabar. Bahkan sekarang ibuk sudah bisa ekspor ke Desa sebelah nduk.  Rencananya ibuk mau bukak toko onlen nduk, kata si bejo sekarang banyak yang jualan disitu. Doain ya nduk toko onlen ibuk rame.

Oh ya nduk, kamu udah punya calon apa belum? Eling lo ya usiamu sekarang berapa, jangan terlalu lama, buruan kalo udah cocok langsung dibawa pulang saja dikenalin sama bapak ibuk. Si Suti sahabatmu aja sudah gendong anak perempuan lho, masak kamu masih tenang-tenang saja.

Nduk kalo milih cowok jangan sembarangan lo ya, kalo bisa dilihat bibit, bebet, sama bobotnya. Jangan sampe nyesel di belakang. Kalo nyari calon cari yang rajin cari duit. Ora koyo bapakmu, setiap hari kerjane cuma ngurusin ayam sama burung saja. Tapi kalo masalah setia bapakmu jagonya. Kalo bisa nyari yang setia kaya bapakmu tapi yang rajin cari duit.

Pesen ibuk, yang baik dalam bergaul. Apa adanya saja nduk, ndak usah di ada adakan. Eling kamu itu anak siapa. Tapi kalo prestasi kamu harus juara. Buktikan nduk anak desa mampu jadi juara. Eling ya nduk, kamu adalah harapan keluarga. Buktikan kamu bisa juara, kalo ndak bisa mending kamu pulang saja nikah sama Maman sahabat kecilmu dulu. 

Satu lagi nduk, belajarnya yang serius. Jangan terpengaruh sama pergaulan anak anak jaman sekarang. Ibuk sedih nduk kalo lihat Suti lewat depan rumah. Dia anak pinter tapi salah pergaulan. Kejar cita-citamu nduk, sebagai perempuan sudah saatnya tampil di depan. Bukan jaman lagi perempuan cuma di dapur. Kamu harus jadi contoh buat warga kampung kalo perempuan juga bisa sukses. Biar mereka sadar buat sekolahin anak perempuannya.

Yaudah nduk sampai disini dulu ya, besok disambung lagi. Ini si Bejo sama Orang koprasi datang minta gambar sama ibuk katanya mau buat poto propil toko onlen, ingat baik-baik pesan ibuk. Kamu baik-baik disana ya nduk, jangan nakal, jangan lupa sholat, ngajinya juga jangan bolong, banyakin doa nduk biar cita-citamu tercapai terus nikah. Ibuk ndak sabar pingin gendong cucu.

Sampai jumpa nduk,
Sampaikan salam ibuk buat temenmu dan calon menantuku. Selamat hari perempuan ya nduk!



Puspha Dhewi

Masih ingatkah kamu, kita pernah tuntaskan rindu di ruang tamu. Bercengkrama liar membabi buta, beekelakar nakal tuntaskan sapa. Bulan termenung mendayu sendu, Anginpun mengalun pelan antarkan aku padamu.

Masih ingatkah kamu, kita pernah tuntaskan rasa diteras belakang. Aku hirup oksigenmu, kamu hirup oksigenku. Kita bertautan rasa penuh cinta. Hujan terdiam menyaksikan kita, tak sanggup ia  bertutur kata. Hanya terdengar lirih menggericik menuju kolam penuh dengan air mata. Bukan air mata buaya, melainkan air mata haru akan segelas rindu yang begitu membiru.
Ilustrasi dari google

Sepertinya kamu sudah melupakan semuanya.

Semua ini kesalahanku, kebodohanku. Batang demi batang rokok dan sebotol minuman jadi saksi betapa engkau sangat berarti. Aku mengerti ini tidaklah mudah,  tapi setidaknya satu kali saja, izinkan hatiku menjumpai hatimu, kalau itu mustahil setidaknya izinkan mataku menatap matamu, itu saja.

Aku ingin bicara.

Sejak malam itu, saat kau titipkan surat terakhirmu, ada rindu bebal yang menebal. Ada kisah telenovela yang tak terselesaikan. Aku, kamu, dan rima. Selalu saja jadi sumber pertengkaran kita. Harusnya kau sadar siapa dia sebenarnya. Dia tak seperti yang kau sangkakan. Kau pergi tanpa sempat ku berdalih. Kau enyah tanpa sempat ku berucap, maaf.

Aku takut kehilanganmu.

Perpisahan selalu memberi kesan pahit buatku. Tak mau terulang kembali. Cukup sekali saja. Mas, pulanglah! Aku takut kehilanganmu. Aku sangat merindukanmu. Rindu peluk, cium dan aroma tubuhmu. Seperti halnya pertemuan, selalu ada perpisahan setiap endingnya. Dan aku tak mau itu terjadi. Tidakkah kau ingat kisah joni dan rani yang selalu kita tonton? Kau selalu bilang, aku rani dan kau joni, simbol kisah cinta suci nan abadi.

Mengenal Zika Lebih Dalam

Akhir-akhir ini saya tertanggu dengan nama Zika. Banyak sekali yang membicarakanya. Ibu-ibu yang antri beli sayur sampe bapak-bapak yang lagi roda pun juga membicarakannya. Hal itu yang membuat saya penasaran. Siapa sebenarnya Zika? Tinggal dimana dia? Gadis atau jandakah? Sampai terkenal seantero komplek perumahan.
Zika yang saya bayangkan,
Gambar dari innov8tiv.com

Semakin banyak orang membicarakannya semakin membuatku penasaran ingin mengenalnya, ingin berjumpa dengannya, ingin bertukar sapa. Pokoknya saya ingin bertemu dengannya. Rasa penasaran ini sudah tak terbendung lagi. Akhirnya saya memberanikan diri bertanya pada Pak Eko, pimpinan Ronda di tempat saya. Dan jawabannya sungguh sangat mengejutkan. Bukan gadis yang saya dapat, namun sebuah nama Virus atau penyakit.
Ini dia ternyata wujud zika yang asli
Diambil dari mentalfloss.com

Mendengar jawaban pak Eko membuat saya lemas. Saya membayangkan Zika adalah gadis ayu yang cantik dan bahenol. Hehehehehe... dengan body yang aduhai. Semua ekspektasi dan lamunan akan sosok zika lenyap sudah. Pak Eko tertawa terbahak-bahak melihat saya.

Nama sebuah Virus Zika sungguh membuatku tak tenang. Apa itu virus zika, Apa gejala virus zika, dan apa dampak bagi kita? Sungguh saya ingin mengetahuinya. Sebuah nama yang membuatku malu barusan. Akhirnya mbah google selalu menjadi sandaran saya untuk bertanya, apapun termasuk si zika ini!

Apa itu Virus zika?
Virus zika adalah virus yang proses penularannya melalui media nyamukAedes aegypti. Masih satufamilydengan virus lain seperti virus penyebab penyakit demam berdarah, penyakit kuning, dan penyakit chikungunya.


Bagaimana gejala penderita virus zika?
bahaya terbesar dari serangan Virus ini justru muncul pada ibu hamil, karena ibu hamil yang positif memiliki virus tersebut kemungkinan bisa menularkan virus tersebut pada janin dalam kandungannya. Zika akan menyerang jaringan otot dan sistem saraf termasuk sistem saraf pusat di otak dari janin. Wah ngeri juga ya! Dan yang lebih parahnya lagi, ada yang mengatakan bahwa virus ini dapat menyebabkan janin yang ada dikandungan jika kelak lahir akan memiliki otak yang kecil.


Lantas apa saja gejala virus zika ini? Dari sumber sumber yang ada biasanya gejala hampir mirip dengan penderita penyakit demam berdarah, seperti demam, pusing, muncul ruam merah pada kulit, sakit pada persendian dan mata merah. Wah bahaya juga ya jika dokter sampai salah diagnosa dan perawatan, ngeri juga!hmmmm...

"Mas di rumah sebelah ada tante-tante baru!"
-Pak Maman, aspri ketua ronda-

Mimpi Ingin Menerbitkan Buku

http://otnairahiwa.blogspot.com
Gambar dari pulks.com

Buku adalah jendela dunia. Begitu yang saya sering dengar dari kecil sampai sekarang. Entah mengapa tercetus sebuah keinginan yang lumayan sulit untuk terwujud yaitu bisa menerbitkan sebuah buku. Alasannya sih sederhana, saya ingin nama kebesaran saya tercantum sebagai pengarang dan berada di sampul depan sebuah buku. Seperti yang saya sampaikan keinginan ini lumayan sulit untuk di realisasikan. Mengingat saya belum mempunyai basic dalam dunia percorat coretan dan perbukuan.

Ngobrolin mimpi pasti tak ada habisnya. Tentu anda pernah mengalami kejadian yang saya alami kini. Dimana mimpi ataupun cita cita berubah ubah. Dulu waktu masih duduk di bangku TK saya ingin jadi seorang Polisi. Saking pinginnya sampe punya pistol pistolan air dan gak mau lepas dari pistol itu walaupin saat tidur. Di jenjang Sekolah Dasar mimpi itu berubah. Saat itu saya ingin menjadi Guru. Alasannya simple karena saya ngefens banget sama bu guru cantik pada saat itu. Memasuki masa remaja mimpi itu kembali berubah, dari seorang guru tiba-tiba ongin jadi musisi, Anak band gitu. Maklum saja pada saat itu menjadi musisi dianggap sebagai orang yang keren dan jelas banyak cewek yang ngefens gitu..hehehe

Memasuki masa kuliah jadi bingung sendiri dengan mimpi dan cita-cita. Mungkin karena masa ini adalah masa transisi menuju pendewasaan. Otak benar-benar dibuat bingung oleh sebuah kata bernama mimpi (bukan tidur) atau cita-cita. Sebenarnya apa itu yang dimaksud mimpi atau cita-cita?

Mimpi atau cita-cita adalah keinginan yang ingin kita capai. Dengan kita mempunyai mimpi maka kita mempunyai tujuan yang jelas kemana kita akan melangkah, tujuan hidup mana yang akan kita pilih, dan apa yang harus kita lakukan untuk menggapai mimpi kita tersebut.

Seperti saat ini, saya mempunyai mimpi bisa menerbitkan buku. Dan nama saya terpampang di sampul buku tersebut sebagai seorang penulis. Untuk mewujudkan mimpi saya saat ini saya sedang belajar menulis di dua blog lain yaitu di Rumah Belajar Anak Indonesia dan Belajar Posdaya. Meski sedikit mustahil namun apa salahnya kita mempunyai mimpi. Ustadz saja memberikan wejangan lewat pengajian yang pernah saya dengar, "anda punya mimpi? Udah kejar saja, terkabul atau tidak biar Tuhan yang menentukan."

Sudah jelas tidak ada yang salah dengan seseorang yang punya mimpi. Termasuk saya dan anda. Mari kita bersama sama bermimpi untuk kehidupan kita. Tapi bukan mimpi tidur lo ya!hehehehe... Semoga saja Tuhan membaca Tulisan saya ini dan menyuruh anak buahnya untuk mentakdirkan saya sebagai penulis buku yang hebat dan mendengar semua mimpi mimpi besar anda! hehehehehehe...

"Bu guru, bu guru, adit punya mimpi jadi polisi biar bisa jagain hati ibu guru!"
-Adit, anak kelas 2 SD Teladan-

Youtube, Televisi Masa Depan

"Youtube adalah sebuah situs berbagi video dimana para pengguna dapat memuat, memutar, dan dan membagikan secara gratis kepada semua orang.  Di dalam situs ini kita dapat menonton video apapun dan dari belahan bumi manapun", Begitu mas Ali bertutur sambil nyeruput kopi item! Srrruppputttt...
Dapat dari kaskus

Obrolanpun semakin memuncak. Seperti yang sudah sudah, sambil ngrokok mulai ngobrolin dunia. Dari dunianya manusia, binatang, dunia maya, sampai dunia asral sekalipun, hehehehe ngeri gak tuh! kali ini obrolan lebih mengarah pada youtube, situs berbagi video. Katanya sih alasannya karena mas Ali baru saja merasakan kebosanan dirumah gara-gara acara tv yang hanya itu itu saja. Maklum saja dia seorang musisi, sedangkan saat ini jarang acara acara musik di tv menayangkan acara yang sesuai dengan hatinya.

"Terus Siapa pencipta youtube mas?"

Dia kembali nyruput kopi dan mulai bercerita

Youtube diciptakan oleh Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim, yang sebelumnya merupakan karyawan pertama PayPal. Awal ide mereka menciptakan situs ini terbilang unik. Alasannya karena mereka kesulitan untuk berbagi video pada pesta makan malam. Dari situlah ide besar tentang situs ini tercetus dan kemudian menkadi besar seperti saat ini.

Rasanya beberapa waktu yang akan datang keberadaan youtube akan menggeser televisi sebagai sumber hiburan selama ini. Hal tersebut bukanlah isapan jempol belaka, mengingat acara acara yang disuguhkan para stasiun tv saat ini cenderung membosankan. Ditambah lagi setiap individu pasti mempunyai hobi dan pilihan masing masing, termasuk dalam hal acara televisi yang akan ditontonnya. Dengan adanya situs ini maka masing masing orang mempunyai kesempatan untuk menonton program yang disukainya.

Youtube juga bisa digunakan sebagai penyimpan sejarah. Karena di situs ini kita juga dapat melihat kembali kejadian kejadian lampau. Jadi tidak ada batasan waktu. Tidak seperti pada program televisi, kita tidak dapat menonton kembali acara atau program yang lalu, kecuali memang stasiun tv tersebut sengaja memutarnya kembali.

Hal hal sederhana itulah yang bisa menggeser posisi televisi beberapa waktu yang akan datang mengingat teknologi semakin maju, hak seseorang untuk memilih acaranya yang disukainya semakin besar, dapat digunakan sebagai penyimpan sejarah,dan bahkan bisa digunakan sebagai sumber informasi terbaru dan bukan hal yang mengagetkan jika youtube akan menggeser televisi.

"Yakin mas?" Saya menyela
"Yakin 1000%!" Dengan tegas ia menjawab.

Mungkin ada benarnya juga apa yang dikatakan mas ali mendengar alasan demi alasannya. Bagaimana dengan anda? Sudah anda ganti televisi anda dengan youtube?

nb: Mas Ali adalah musisi serba bisa dengan pangkat sarjana Teknologi dan Informatika yang hobinya ngopi dan ngobrol.

Buat Tina (Gadis Kopi)

http://otnairahiwa.blogspot.com

Sepertinya saya mulai jatuh cinta dengan tulisan anda. Setiap kata yang anda tulis benar benar mengalir bagai aliran sungai yang tenang tak beriak. Saya membayangkan bisa berjumpa dengan anda, bertatap muka, bercengkrama. Tidak seperti sekarang, kita hanya berjumpa melalui aksara.


Kopiku kini masih saja sendiri. Hanya ditemani cangkir kosong tak berisi. Sengaja memang, Berharap anda datang membawa cerek kopi dan menuangkannya disini.

"Mas, kopinya nambah?"

Mata ini enggan melepaskan cengkramannya. Entah mengapa setiap datang disini seakan tak mau lepas, bahkan sedetikpun. Mungkin karena penasaran dengan apa yang selalu anda tuliskan di instagram, tempat anda selalu bercerita.

Ingin rasanya menyapa dan bercengkrama bersama. Ngomongin kopi, doa, cita, harapan dan cinta, seperti yang selalu anda bahas dalam setiap tulisan anda. Setiap saya membacanya seakan ada yang kurang, dan itu selalu membuat saya bertanya tanya. Bahkan pernah membuat makan tak enak tidurpun tak nyenyak. Selalu saja menarikku untuk berjumpa. Seperti saat ini, tulisan anda semalam yang membawa saya duduk di sini.

Diam diam saya mengagumi anda dan tulisan anda. Tapi tak kuasa untuk menyapa anda. Seolah ada jarak yang memisahkan kita. Hanya mampu memandang dari balik kursi tempat favorit untuk menyendiri sambil menikmati kopi dan anda tentunya.

Ya, tulisan anda yang selalu membawa saya kemari. Dan itu hampir terjadi setiap hari. Tulisan anda selalu meninggalkan tanya dan akan terjawab jika saya duduk disini menikmati seduhan kopi sambil melihat anda menari nari dengan biji kopi. Mungkin anda akan merindukan pria bertopi yang selalu berpakaian serba hitam duduk di meja ini. Ya, meja 13 yang selalu anda seduhkan kopi tanpa gula dan cangkir yang tidak berisi.

Mungkin hari ini terakhir kali saya duduk di kursi ini dan kota ini. Kota ini menyimpan sejuta kenangan, di kedai kopi ini semua kenangan bermula dan akan berakhir jua. Untuk terakhir kali, tolong isi cangkir kosong ini ya!

Maaf, mungkin ini mengganggu kenyamanan anda. Tapi saya harap anda mengerti bahwa saya diam diam jatuh hati pada anda, pada tulisan anda, pada seduhan kopi anda, dan semua tingkah laku anda.

Saya berharap kita tak hanya berjumpa melalui aksara, berharap bisa jua melalui suara. Sengaja ku tinggalkan sederet nomor di belakang tulisan ini. Jika berkenan besar harapan bisa berjumpa.

Sampaikan salam buat Roni dan Rena, tokoh yang selalu ada dalam setiap tulisan anda.

Buat: Tina Barista
           Dari pemuja seduhan kopimu,

Tawar Menawar Cinta

http://otnairahiwa.blogspot.com

Pasar tradisional sangat identik dengan tawar menawar. Disinilah kita dapat menawar seenaknya. Tidak seperti di supermarket, harga tidak bisa ditawar, terlalu banyak gula!wkwkwkwkwkwkw...

Bagitupun dengan cinta. Cieee... ngomongin cinta!

Cinta itu adalah perasaan kita terhadap sesuatu. Bisa berupa orang, barang, atau apapun. Yang jelas cinta pasti ada rasa sayang. Tapi sayang belum tentu cinta!hehehehe...

Pergaulan kita bisa diartikan sebagai pasar. Dimana selama belum ada yang beli masih bebas ditawar. Begitupun cinta, selama belum ada yang memiliki masih milik kita bersama, sebelum janur kuning melengkung selalu ada jalan, dan sebelum terop dipasang berarti masih ada peluang!hahahaha...

Nah bagaimana cara tawar menawar cinta itu?

1. Cari tahu target cinta yang ingin anda tawar
Anda harus benar benar merenung diruang kosong yang gelap gulita sambil ndengerin lagu melow kemudian tanya pada hati kecil anda, cinta yang seperti apa yang anda inginkan? Bagaimana sosoknya? Wajahnya? Sifatnya? Dan semua hal yang ingin anda miliki. Pokoknya semua hal yang menjadi dambaan anda.


Tanyakan pada hati kecil anda dan sanubari anda, "wahai jiwa, engkau ingin dia yang seperti apa?"

Lalu dia menjawab, "tuan hamba ingin dia yang cantik kayak pevita, sexy kaya miskiyem, cerdas seperti wakiyem, dan baik hati seperti waljinah!" Nah lo...

Tahap ini adalah tahapan yang paling penting dan sangat krusial karena menjadi dasar atau pondasi cinta anda. Jadi upayakan pada tahap ini anda benar-benar merenunginya. Kalau perlu dan masih kurang yakin ulangi sampai beberapa hari atau minggu sampai anda yakin dengan pilihan anda.

2. Cari info harga pasar dari cinta yang ingin anda tawar
Layaknya anda ketika ingin membeli sebuah barang pasti anda nge-kepo-in apapun yang berkaitan denga barang yang anda inginkan. Dari kualitas, kekurangan, kelebihan, sampai harga. Begitupun dengan cinta. Pasti juga begitu, nge-kepo-in doi juga. Mantengin setatus status facebooknya, twitternya, bbmnya, sampai sampai rela nunggu di gang depan rumah hanya untuk memantau keberadaannya. Hehehehehe... bener gak tuh?


Kalau ngomongin harga ada sebuah kalimat yang sedikit dapat kita hubungkan.

"Orang baik hanya untuk orang baik, begitupun sebaliknya!"

Ada lagi,

"Jodoh anda adalah cerminan dari diri anda!" Nah lo...

Dari hasil nge-kepo-in doi tadi kita jadi tahu berapa harga doi yang sebenarnya, apakah saya pantas bersanding disisinya? Apa yang harus saya perbuat agar saya pantas? Dan lain sebagainya.

Di tahap ini bisa dijadikan instropeksi diri kita sebelum benar benar melangkah mendekatinya.

3. Jangan Takut Untuk Menawar
Setelah dirasa uang kita cukup, anda sudah yakin bahwa harga anda sesuai dengan harga dia, maka sudah saatnya anda melakukan penawaran. Tahap ini juga sangat penting. Jangan takut untuk menawar, jangan takut untuk mendekatinya. Lakukan lobi lobi cinta anda. Tawar dia dengan segala kemampuan menawar anda. Jangan takut, lepaskan semuanya. Keluarkan jurus andalan anda. Buat dia benar benar rela melepas cintanya kepada anda.


Anda tidak akan dianggap berdosa hanya karena anda menawar dengan sesuka anda. Prinsip penawaran pasti anda akan menawar dengan harga yang murah, saya yakin itu! Lakukan, jangan hiraukan! Berhasil atau tidaknya anda mendapatkan cintanya tergantung kelihaian anda melaancarkan serangan demi serangan, tawaran demi tawaran kepada si dia. So, lanjutkan...

4. Tawar Harga Setengah Dari Harga Sebenarnya
Setiap penjual pasti ingin mendapatkan untung yang banyak dengan memasang harga yang tinggi pada barang dagangannya. Begitupun cinta, pasti yang empunya juga memasang standard yang tinggi, terkadang jual mahal juga. Bukan karena dia sombong atau apapun, akan tetapi itu menunjukkan bahwa harga mereka mahal.


Disinilah tugas anda, seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa anda tidak akan dianggap berdosa hanya karena anda menawar dengan sesuka anda. Tarik ulur, mainkan situasinya.

5. Pergi Jika Harga Tidak Cocok
Memang dalam proses tawar menawar sangatlah memakan waktu dan terjadi tarik ulur agar mencapai kesepakatan cinta. Tapi tak jarang juga tawar menawar bisa gagal dan itu pasti akan meninggalkan bekas luka!hiks..hiks...hiks...


Jangan bersedih, jika itu terjadi masih ada satu trik lagi dan itu biasanya lumayan cukup ampuh sebagai jurus pamungkas. Ya, pergi jika memang harga tidak cocok, dan beri kesan seolah kita tak begitu membutuhkannya. Walaupun dalam hati kita nyesek. Wkwkwkwkwkwk...

Buat dia merenung dan menyesal karena dia tidak menerima anda. Dengan sikap anda seperti itu siapa tahu malam harinya dia menangis di dalam kamar yang terkunci rapat, remang-remang ditemani lagunya mantos berdarah darah mengingat-ingat perjuangan anda selama ini dan tiba tiba jam dindingnya bersuara membela anda, "dia berjuang sangat keras akhir-akhir ini!"

Dan lampu pun ikut membela anda, " cintanya sungguh luar biasa!"

Cicak juga ikut membela, " andai dia berjuang seperti itu demi cintaku, aku pasti tak kuasa untuk menolaknya!"

Akhirnya dia menghubungi anda tapi hendpone anda tidak aktif karena anda menangis berdarah-darah di kamar anda, dan akhirnya malam itu anda berdua sama-sama menangis meratapi kejadian demi kejadian, kenangan demi kenangan di antara kalian.

Dan keesokan harinya dia sms, "aku pingin ketemu 4 mata denganmu, di kafe yang biasa kita tuju. Jangan lupa ya, jam 7 pakaian bebas rapi bersepatu!"

Hahahahahahahaha.... semoga saja apa yang ingin dia omongin sesuai dengan harapan anda. Ya begitulah tawar menawar cinta.

"Cinta itu terkadang pahit, tapi ngangenin, Seperti kopi ini! Sruputttt...."

"Nyleneh sih, tapi rela bagi-bagi!"
-iklan sampo bengbeng-

Keroncong di Secangkir Kopi

http://otnairahiwa.blogspot.com

Lagu bengawan solo mengalun lembut ketika saya tiba. Sebuah angkringan sederhana dengan ala kadarnya. Sebenarnya menu yang disuguhkan sama dengan mayoritas angkringan lainnya. Hanya saja alunan keroncong ini yang menarik kaki saya untuk datang kesmari.

"Mas, kopi!"

Sambil menunggu pesanan saya menikmati alunan musik yang disuguhkan. Sangat indah sekali. Seindah bunga mawar, seharum bunga melati!hehehe...

Memang akhir-akhir ini keroncong seakan bangun dari mimpi panjangnya. Dan hebatnya lagi, kini kaum muda yang memegang peran itu. Seperti saat ini yang saya tonton, separoh dari pemain musik masih duduk di bangku SMP. Wuih hebat kan!

Memang sudah saatnya yang muda yang menginspirasi dalam bidang apapun. Termasuk keroncong. Disadari atau tidak perkembangan kroncong di kalangan anak muda saat ini dipengaruhi oleh salah satu program televisi swasta (JTV) di Jawa timur. Larasati, tapi bukan warung makan yang sering disinggahi abang becak lo ya!hehehe...

Acara itu cukup ampuh menarik minat kawula muda untuk bermain keroncong. Selain mayoritas pemainnya yang masih muda (Mahasiswa UNESA) lagu-lagu yang dipilihpun adalah lagu-lagu kekinian yang diramu secara apik dengan aransemen keroncong yang menarik. Kayak obat aja ya diramu, hehehehehe.... maka tak heran jika anak muda mulai suka dengan musik ini.

Keroncong pertama kali masuk di Indonesia pada abad ke-16 oleh bangsa Portugis. Kala itu musik ini lebih dikenal dengan sebutan fado. Sedangkan bentuk awal dari musik ini disebut moresco, sebuah tarian asal Spanyol, seperti polka tapi agak lamban ritmenya. Dan pada abad ke-19 kata keroncong mulai dilafalkan di Indonesia.  alasannya sederhana, karena bunyinya creng crong.

Keunikan keroncong lebih ke arah alat musik yang dimainkan. Yaitu cak, cuk, dan cello. Uniknya penggunakan cello sebenarnya adalah di gesek seperti biola. Tapi karena ketidaktahuan orang indonesia maka dipetiklah cello itu seperti saat ini. Akhirnya keroncong menjadi musik pribumi di Indonesia dan kemudian di modifikasi dengan menambahkan alat musik tradisional lokal Indonesia.

Di tahun 60an keroncong benar benar populer di Indonesia. Dengan menambahkan unsur modern seperti keyboard, gitar elektrik, dan drum menjadikan musik ini sangat digemari oleh masyarakat muda kala itu.

Saat ini mungkin sebuah siklus kembali berjayanya musik ini. Selalu nyaman dihati setiap kali saya mendengarkan lagu dengan irama ini. Mungkin iramanya yang lembut dan juga ritme yang cenderung lamban membuat sangat mudah didengar dan dinikmati siapapun termasuk oleh anak muda yang galau-galau gimana gitu, hehehe.... seperti saat ini, lagu juwita malam mendayu sekali. Tenang, santai, sederhana, dan menusuk kaya sate..hehehe...

Keroncong selalu punya hati di mata penikmatnya, tak terkecuali saya. Entah kenapa rasanya setiap kata yang diucap oleh penyanyi keroncong lebih dapat tersampaikan. Apalagi kalau lagu itu galau dan pas dengan suasana hati, ampunn juragan!

Mungkin karena memang lagunya, mungkin juga ritmenya yang cenderung pelan bisa juga karena suara biola yang melengking sebagai melodinya atau mungkin perasaan saya saja. Saya tidak begitu mengerti, yang saya tahu saat ini saya tenang dan damai dengan musik ini, dan secangkir kopi. Itu saja!

"Udud (rokok) sama ngopi dulu mas!"
-Basman, pemetik Bass bethot-

Dua Puluh Empat, Apakah Fikiran Kita Sama?

http://otnairahiwa.blogspot.com
Karya mas agustyansixx graastudio

Malam kemarin saya bertemu dengan ibu-ibu di kondangan tetangga. Di tempat itu pula saya bertemu dengan seorang bapak yang mempunyai pertanyaan serupa. Pertanyaannya sederhana, "mas, kerja dimana? Udah siap nikah apa belum?" wah udah pertanda ni!

Usia 24, tak terasa begitu cepat. Padahal seperti baru kemarin bermain tembak tembakan selongsong bambu dengan bunga jambu sebagai pelurunya. Kalo gak ada bunga diganti sama kertas koran yang diremas remas kemudian di campur air dipotong kecil-kecil. Waktu itu hari penuh dengan kenangan. Dimana hanya ada senyum dan tawa. Walau ada tangis itu karena tembakan saya diambil sama kakak saya dan kembali baikan setelah beberapa detik. Hanya begitu-begitu saja. TK nol kecil,  pada waktu itu.

Sekolah dasar tak kalah hebat untuk dikenang. Masa ini udah mulai kenal yang namanya musuhan. Dan jika itu terjadi maka damai tak secepat di TK. Sampai beberapa hari bahkan berbulan-bulan. Di masa inilah juga sudah mengenal cinta monyet. cieeee... Kala itu saya punya cinta monyet sama seorang gadis, yaiyalah gadis! kini sudah janda beranak satu. nah lo.... Di zaman ini juga musim dandanan dengan gaya rambut belah tengah (sigar tengah). Seolah menjadi kewajiban pada setiap cowok di kelas. Dan pacaran dengan kakak kelas seolah trend kala itu.

Masa SMP berbeda lagi. Masa ini udah mulai bisa berfikir mana yang benar mana yang salah. Walaupun pada akhirnya kebenaran buat kita justru sebuah kesalahan ataupun sebaliknya. Ya begitulah dunia muda kami waktu itu. Duduk di bangku SMA udah mulai jarang belajar maunya cuma maen terus setiap saat setiap waktu. Nongkrong bareng kawan genk jadi rutinitas wajib. Masa cinta cintaan, bukan cinta monyet lagi tapi cinta kuya! wkwkwkwkwjwjw...

Masa Kuliah, tersesat di Jurusan Pendidikan Matematika. Dimana mau tidak mau siap tidak siap harus saya lewati akhirnya sarjana juga sekitar 2 tahun yang lalu.

Sekarang?

Masih kesana kemari. Ikut proyek sana sini. Kalo istilah kerennya sih freelance, seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan jangka panjang tertentu.

Istilah freelance pertama kali digunakan oleh Sir Walter Scott(1771-1832) dari Britania Raya dalam sebuah novelnya "Ivanhoe" untuk menggambarkan seorang tentara bayaran abad pertengahan. (Wikipedia)

Pertanyaan-pertanyaan banyak sekali terlontar di usia dua puluh empat dan semua membutuhkan jawaban yang harus perlu banyak perenungan.

Dua Puluh Empat, usia ini bisa dibilang usia transisi menuju dewasa. Menurut Oswald Kroch,  bahwa seseorang  itu mengalami perubahan-perubahan penting. Apabila pada usia tertentu pada hampir setiap orang terlihat adanya perubahan-perubahan penting dalam tingkah laku/perangai serta respons-nya terhadap dunia luar, maka masa itulah dijadikan batas antara masa lampau dengan masa perkembangan baru. dengan demikian masa ini bisa diartikan sebagai masa perjalanan menuju sebuah kematangan dan kedewasaan yang sebenarnya.

masa ini seolah menjadi puncak kegelisahan, kegalauan, kegundahan akan sebuah masa depan. Seperti yang saya rasakan saat ini. Ambisi, masa depan, pekerjaan, uang, nikah, jodoh, cita-cita. Semuanya mulai terfikirkan oleh otak. Dan harus disikapi secara bijak agar semua bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita harapan. Dan itu selalu mengahantui mimpi malam saya.

Bagaimana, apakah fikiran kita sama?

"Mas, ngopi?"
-Mbok joko, bakul kopi-
" Belum dapat kukenali mana kopiku dan mana senyummu yang tawar tanpa gula bagai obat pengantar luka "